PMI Propinsi DKI Jakarta
     

Sebanyak 25 peserta dari sejumlah sekolah di Jakarta Barat mengikuti Pelatihan Guru Pembina Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan yang dilaksanakan PMI Kota Jakarta Barat ini berlangsung empat hari sejak 10-14 Mei 2017 di Hotel Ayudia 2, Bogor, Jawa Barat,

"Kami berharap pelatihan ini dapat dilaksanakan tiap tahun, sehingga kami sebagai pembina mengetahui informasi baru dari kurikulim pembinaan PMR," ujar Joko Wibowo peserta yang juga Guru SMP Negeri 107 Jakarta, Rabu (10/5).

Saat ini, sambung Joko, pembinaan PMR harus dapat diselaraskan dengan kurikulum pendidikan formal yang dilaksanakan di sekolah. "Harus selaras, sehingga pembinaan PMR dapat bejalan baik tanpa mengurangi kewajiban mereka di sekoah," jelasnya.

Ketua PMI Kota Jakarta Barat, H. Baharudin Z, Pelatihan Pembina PMR merupakan program kerja PMI Kota Jakarta Barat bertujuan menambah jumlah guru pembina PMR. "Para pembina PMR dibekali materi tentang gerakan palang merah, manajemen bencana, pengetahuan donor darah hingga jurnalistik dan fotografi baik teori maupun praktik," papar Baharudin.

Diharapkan, Baharudin, setelah mengikuti pelatihan para pembina PMR akan bisa mengaplikasikan ilmunya untuk pengembangan gerakan palang merah dan penanaman jiwa kemanusiaan kepada para siswa. “PMR adalah masa depan gerakan kemanusiaan. Setiap tahun kami mengadakan pelatihan bagi para pembina PMR,” jelasnya.

Sementara itu, Muflihun, Kasie Relawan dan PMR PMI Kota Jakarta Selatan menambahkan, selama pelatihan para guru diberi bekal materi teori dan praktk. Bahkan peserta juga diminta memecahkan persoalan dalam perencanaan posko bencana, pertolongan pertama, manajemen bencana hingga praktik menulis berita dan fotografi.

“Harapan kami para guru pembina PMR juga memiliki keterampilan menulis dan fotografi, mengingat kegiatan PMR di sekolah cukup banyak dan bagian dari pendidikan karakter,” tegasnya.

Penulis  : Benhil Makbullah